Sebuah Cerita di Kitchen Veggie Mekarwangi

Hari Jumat tanggal 15 Februari kemarin, aku kaget melihat adanya restoran vegetarian yang baru buka. Tadinya, aku kira itu cuma toko yang menjual makanan vegetarian. Ternyata, “toko” itu tempat makan.

Sorenya, jadi aku ke sana. Penasaran banget soalnya pernah jadi vegetarian. So, why not see or try?

Nuansanya agak mirip sama restoran “Kehidupan” Pasir Kaliki. Banyak promosi untuk orang bervegetarian yang dimunculkan. Jadi, mereka mendorong orang untuk bervegetarian juga.

Ada beberapa jenis makanan. Mereka menjual makanan “sistem rames” yang bisa ambil sendiri dan juga ada menu makanan. Mirip “Dapur Bless” Mekarwangi yang sekarang sudah tutup. Aku pun mencoba di hari pertama, yang paket ramesan alias pilih sendiri. Aku pilih nasi, perkedel tahu, sup jagung dan jamur krispi. Total harganya masih Rp. 15.000,00. Cukup murah untuk daerah seperti Mekarwangi. Plus, karena baru hari pertama buka, aku dapat puding coklat gratis. Jadinya super kenyang deh. Pemiliknya mengajak pengunjung untuk mengobrol. Hari pertama, aku dimintai kritik dan saran. Pengunjung restoran dapat air putih gratis. Cuma sayangnya, pakai ☕ dan bukan 🥛. Jadi agak kurang puas minumnya pas hari pertama karena aku pakai sambal.

Hari kedua, aku memutuskan mencoba pempek. Harganya Rp. 15.000,00 juga. Aku memang tipe on budget jadi cari makanan yang sebisanya murah dan terjangkau. Kuah pempeknya kental dibanding yang jualan pakai gerobak keliling. Tadinya, pas setelah makan, aku masih ngerasa kurang kenyang atau ada something yang kurang. Tapi, wajar soalnya itu vegetarian. Harus nunggu agak lama baru kenyang. Sama kayak pas aku makan di Chingu. Porsinya kecil dan kenyangnya agak lama.

Ohya, mereka juga menjual sayur organik. Ada klubnya juga yang anggotanya bayar iuran sebesarRp. 160.000,00 per bulan dan dari iuran itu, member bisa dapat sayur organik 1 kg setiap minggunya. For me, it is too expensive. Tapi, buat yang senang sih, mungkin bukan masalah besar.

Ada juga snack vegetarian lain seperti abon dan kerupuk vegetarian yang bisa dibeli di sana. Mereka sih bilangnya bakal ada menu tambahan pas weekend. I will go there again to check how they improve n emang deket sama tempat kerja.

Oh ya, another information is setiap Senin, tempat makan ini tutup. Tempat ini dibuka dari hari Selasa sampai Minggu mulai dari jam 10 pagi. Menurut pemiliknya, mereka tutup jam 8 atau 9. Tempat ini termasuk yang cukup cepat penuh (untuk hari ini per tanggal 20 Februari). Hanya ada 5 meja.

See you later on my next journey.

Leave a comment